Menembus Batas Ekspektasi Bagian 2

Fitur Menarik

Selain keasyikan berkendara, Ford Focus terbaru pun menawarkan beragam fitur baru ­ yang notabene menjadi keunggulan Focus diantara rivalnya. Bagi kami, Blind Spot Information Display dan Adaptive Cruise Control merupakan fitur umum yang hadir pada generasi ke­5 Focus di dunia ini. Kebutuhan terhadap konektivitas canggih, Ford pun mengembangkan SYNC 2. Generasi kedua dari SYNC ini menawarkan cara yang lebih pintar dan aman untuk tetap terhubung dengan kendali AC, sistem hiburan dan smartphone dengan perintah suara. Plus layar 8 inci dengan resolusi tinggi. Lalu Enhanced Active Park Assist yang dulu hanya diperuntukan pada posisi parkir paralel, kini parkir seri pun dapat digunakan. kebutuhan ruang untuk dapat menggunakan fitur ini adalah 20% dari panjang atau lebar kendaraan.

Asyiknya, tak hanya untuk parkir, saat keluar dari parkir pun dapat dilakoni Focus terbaru. Bila dahulu Active City Stop hanya bekerja saat kecepatan maksimal 30 km/jam, kini ditingkatkan menjadi 50 km/jam. Pun begitu dengan Lane Keeping System yang terbagi menjadi peringatan dan reaksi. Maksudnya, pengemudi akan diperingatkan saat mulai keluar jalur dan kemudi dapat secara otomatis mengembalikan ke jalurnya. Paling menarik adalah MyKey. Fitur pada kunci cadangan Focus terbaru mampu membatasi volume suara audio di kabin mobil, kecepatan maksimum, peringatan jumlah bahan bakar yang lebih awal hingga menon­aktifkan seluruh fitur jika sabuk pengaman tidak dikenakan. Semua informasi ini kami temukan di suhu 8°C, saat media test drive Ford Focus di Adelaide, Australia. Sungguh sebuah kendaraan yang berada di luar ekspektasi, meski aftersales menjadi kelemahan Ford di Tanah Air.

Menembus Batas Ekspektasi

Sebuah undangan media test drive kembali hadir ke meja redaksi untuk merasakan sensasi berkendara sebuah produk terbaru dari Ford. Meski produknya telah resmi dirilis di Indonesia, namun kami mengujinya di benua Australia, yang notabene memiliki spesifikasi mesin dan posisi kemudi serupa. “Untuk spesifikasi mesin, unit tes di sini telah memiliki standar Euro V. Berbeda dengan pasar Eropa yang telah mengadopsi standar Euro VI. Alhasil, kebutuhan bahan bakar pun cukup menggunakan minimum RON92,” papar Mark Rampling, Chief Program Engineer Ford Focus Asia Pasific.

Mark pun menjelaskan bahwa kebutuhan fitur kendaraan di tiap Negara Apa yang Anda harapkan dari sebuah kendaraan dengan harga di bawah Rp 500 juta? Kami menemukan sesuatu yang berbeda di suhu 8°C di Adelaide, Australia Menembus Batas ekspektasi sangat berbeda, seperti pengunaan ban serep full size. Untuk pasar Eropa menggunakan model tire repair kit alias tanpa ban pengganti. Begitu pun dengan beberapa fitur lainnya. Tapi pada dasarnya, Ford Focus hadir untuk memenuhi kebutuhan pengemudi antusias dan awam sekalipun. Artinya, engineer Ford perlu menerjemahkan bahwa Focus terbaru harus tetap fun to drive namun tetap aman dan nyaman saat dikendarai.

Turbo Lag

Salah satu yang membuat Focus terbaru kian fun to drive adalah penerapan teknologi Ecoboost. Dengan mengandalkan kapasitas mesin 1.500 cc 4­silinder yang dipadu dengan turbocharged dan direct injection, tak heran bila Focus Ecoboost mampu menghasilkan tenaga sebesar 180 dk. Satu yang menarik adalah cara engineer Focus meminimalkan gejala turbo lag lantaran turbo yang digunakannya belum mengadopsi variabel geometri turbo alias masih konvensional. Untuk mencapai kecepatan minimal turbin di dalam turbocharged, penerapan integrated exhaust manifold dan transmisi otomatis dengan torque converter menjadi cara Ford di teknologi Ecoboost.

Keuntungan menyatukan exhaust manifold di cylinder head bertujuan untuk memperpendek jarak antara ruang bakar dengan turbo. Alha sil, kecepatan aliran gas buang akan cepat memutar turbin agar turbo mampu memberi tekanan udara di intake manifold. Selain itu, penerapan integrated exhaust manifold juga bertujuan agar mesin cepat mencapai suhu kerja ketika starter di pagi hari. Hal ini jelas memberi efek pada kian minimnya emisi gas buang yang dihasilkan. Pun begitu dengan penerapan transmisi otomatis dengan torque converter.

Mark Rampling pun mengakui bahwa penggunaan transmisi kopling ganda (dual-clutch) memang memberi tingkat efisiensi yang sangat baik terhadap konsumsi BBM, namun jenis ini tidak cocok untuk Ecoboost. Pasalnya, tanpa variable nozzle atau geometric turbo, turbocharged pada Ecoboost tetap memerlukan putaran mesin agak tinggi untuk menghindari lag. Hal ini bisa tercapai dengan penerapan torque converter yang akan memiliki slip saat berakselerasi.

Slot Satelit Indosat Pun Terbang Bagian 2

Operator itu menderita rugi Rp2,78 triliun pada tahun 2013 antara lain akibat selisih kurs. Bagi PT Indosat, kehilangan slot itu secara materi tidak terlalu berarti jika dilihat dari pendapatan perusahaan, karena hanya memberi pemasukan sekitar satu persen atau Rp238 miliar dari Rp23,8 triliun pendapatannya. Tetapi diakui Alex, citra (image) dari kepemilikan satelit itu besar.

Baca juga : Jasa SEO Semarang

Satu-satunya bank yang punya satelit Saat ini Indosat masih mengelola dan menyewakan dua satelit selain digunakan sendiri, yaitu satelit Palapa C2 dan Palapa D yang ditempatkan pada orbit 113 BT. Ketika masih dikelola PT Satelindo, mereka juga meluncurkan satelit Palapa C1 dari Amerika, namun terjadi anomali dan satelit melenceng arahnya dari tujuan ke orbitnya, pada tahun 1980­an.

Dengan lepasnya slot orbit 150,5 BT, PT Indosat harus menyewa satelit lain, entah satelit milik PT Telkom (Telkom1 dan Telkom2), ke AceS (Asia Cellular Satellite) atau satelit Indostar2 milik Media Citra Indostar. Besar juga kemungkinan PT Indosat menyewa satelit milik asing untuk kepentingannya sendiri dan untuk memindahkan pelanggannya yang terusir dari 150,5 BT, seperti dilakukan oleh operator telekomunikasi atau siaran televisi di Indonesia.

Saat ini termasuk pasokan dari Palapa C2, enam satelit Indonesia hanya menyediakan 110 transponder, sementara kebutuhan mencapai 230 transponder dan pertumbuhannya sekitar 6 persen setahun. Diberikannya slot 150,5 BT kepada PT BRI, walau transpondernya akan berjumlah 45 Cband dan Kuband, namun tetap saja terjadi pengurangan pasokan. Masalahnya, PT BRI sesuai UU No 36 tahun 1999 hanya diberi lisensi sebagai penyelenggara telekomunikasi khusus yang hanya boleh menggunakan transpondernya untuk kepentingan sendiri dan tidak boleh menyewakan satelitnya kepada pihak lain.

Pelanggaran terhadap aturan ini bisa menyeret PT BRI ke ranah pidana. Ini juga yang menjadi sebab kenapa pola “condosat”, PT Indosat dan BRI bersama­sama membeli satelit lalu menggunakannya bersama pula, tidak bisa dilakukan. Selain itu, dari 45 transponder satelit tadi, 30 transponder akan digunakan sendiri oleh BRI, empat lainnya diserahkan kepada pemerintah untuk kepentingan negara, dan sisanya tidak memenuhi kebutuhan PT Indosat yang sedikitnya 20 transponder pula.

Selama ini BRI menyewa transponder ke berbagai operator untuk menjalankan bisnisnya, terutama ke seluruh pelosok Indonesia, dengan biaya sekitar Rp500 miliar setahun. Dengan memiliki satelit sendiri, BRI mengklaim mendapat penghematan sebesar Rp200 miliar per tahun hingga 18 tahun usia satelit. Dengan izin sebagai penyelenggaraan telekomunikasi khusus dan akan mengorbitkan satelit, BRI akan menjadi satu­satu bank di dunia yang mengoperasikan satelit komunikasi sendiri.

Slot Satelit Indosat Pun Terbang

Teknorus.com – Akhirnya, PT Indosat tidak mampu memper­ tahankan hak menggu­ nakan slot orbit satelit 150,5 BT (bujur timur) yang digunakan satelit Palapa C2. Pasalnya, pemerintah pada 26 Maret 2014 menyatakan tidak memperpanjang lisensi slot orbit satelit itu dan seperti sudah direncanakan, menyerahkan pemanfaatan orbit satelit kepada Bank BRI.

Baca juga : WA WEB

Akhirnya PT Indosat hanya mendapat hak penggunaan slot orbit sampai usia satelit Palapa C2 berakhir pada 31 Agustus 2015, sementara satelit baru milik BRI yang dibuat oleh SSL (Space System/Loral) dari Amerika baru bisa diorbitkan pada sekitar Juni 2016, 26 bulan sejak pesanan ditandatangani pada 28 April lalu. Satelit akan diluncurkan dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana Perancis, Amerika Selatan.

Pemerintah konon sudah menegur PT Indosat sejak beberapa tahun lalu agar menyatakan akan tetap menggunakan slot satelit di 105,5 BT tadi atau tidak, karena jika slot itu kosong akan diambil kembali oleh ITU (International Telecommunication Union – uni telekomunikasi internasional) yang berhak mengaturnya. Namun hingga tahun 2013 PT Indosat tidak menyampaikan pernyataannya.

Padahal operator milik Ooredoo (Qatar) itu mengumumkan sudah meneken kontrak dengan pembuat satelit Orbit Science Corporation pada 1 Mei 2013, ketika pada awal 2014 pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informatika – Kominfo) menyatakan akan menyerahkan slot tadi kepada Bank Rakyat Indonesia. Sebenarnya, kata sumber di Kominfo, pemerintah sudah memberi kesempatan PT Indosat untuk membuktikan kontraknya sudah berjalan, namun hingga batas waktu yang ditentukan, PT Indosat belum mampu mendapat pinjaman dana untuk membayar satelit yang akan diberi nama Palapa E.

Menurut Dirut PT Indosat, Alex Rusli kepada media, pihaknya pada akhir Februari sedang melakukan tawar menawar soal bunga serendah mungkin dengan beberapa ECA (export credit agency) untuk mendapat pinjaman senilai 200 juta dollar AS bagi investasi satelit. Sayangnya pinja man itu belum terlaksana sampai tenggat yang ditetapkan pemerintah terlampaui.

Rencananya PT Indosat akan meluncurkan satelit Palapa E dengan biaya 250 juta dollar AS, sekitar 50 juta untuk biaya peluncuran bersumber dari kas internal. Masih menjadi pertanyaan ketika bisnis yang menarik – walau kontribusinya terhadap pendapatan tidak terlalu besar – dibiarkan saja lepas oleh kelompok Ooredoo, pemilik PT Indosat.

Wall Climbing Challenge Bagian 5

Sedangkan harness set sekitar Rp 3 jutaan. Tali sepanjang 50 meter pun siap menjadi pengaman bagi para pemanjat. Kesulitan yang ditemui adalah menopang berat badan menggunakan kedua tangan dan kaki untuk melawan gravitasi bumi.

Ditambah harus memanjat tebing tersebut, hingga berada di puncak dengan tinggi 20 meter, selain nyali tenaga ekstra dibutuhkan untuk menyelesaikan tantangan ini. Intinya, meski hobi ini terlihat mudah, tapi ternyata masuk kategori ekstrem. Karena selain membutuhkan kekuatan fisik, keberanian pun perlu disemburkan.

Cukup mencerminkan sebuah hobi bagi pengendara sepeda motor supersports yang memacu adrenalin selama menjinakkannya. Jakarta climbers Lokasi : Gelanggang Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan Waktu latihan : Selasa, Kamis (pukul 18:00 – 21:00), Minggu (pukul 09:00 – 14:00) Biaya : Rp 100 ribu / kunjungan (Termasuk biaya sewa sepatu dan harness set)

Wall Climbing Challenge Bagian 4

Meski begitu, dengan bentuk bodi kompak RCZ, tidak begitu menyulitkan ketika melewati kemacetan. Benar saja, Anton dengan Kawasaki ZX­6R 636­nya sampai lebih dulu di lokasi meski mulai bergerak dari titik yang sama. Sesampainya di lokasi, Resa sudah dihadapkan tebing buatan setinggi 20 meter yang menjadi sarana atlet panjat tebing dalam mengasah kemampuannya. Saatnya menyiapkan diri untuk memanjat tebing tersebut.

Sebenarnya banyak peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan wall climbing. Namun pada dasarnya, harus memiliki harness set untuk kemanan dan wall climbing shoes agar lebih nyaman. Peralatan itu telah disediakan oleh pemilik arena. Namun jika ingin memilikinya, sepatu khusus panjat tebing ini dibanderol Rp 2 jutaan.

Wall Climbing Challenge Bagian 3

Keistimewaan desain bodi Peugeot RCZ tidak berlanjut pada sektor mesin. Mesinnya berkapasitas 1.598 cc 4 silinder turbo, yang menghasilkan tenaga 163 dk dan torsi 240 Nm. Tidak ada yang salah, hanya terasa tidak memiliki tenaga buas layaknya Kawasaki ZX­6R 636 yang bertenaga 129 dk. Tapi untuk berkendara di dalam kota, respons akselerasinya lebih dari memadai. Peugeot RCZ ini memang cocok mendapatkan predikat sebagai mobil daily sportscar.

Tanpa disadari, tantangan sudah dimulai ketika Resa harus mengendarai RCZ di jalan Ibu Kota. Pasalnya, Peugeot RCZ harus mengarungi kemacetan yang cukup menyita waktu, sedangkan Anton dapat sampai lebih dulu ke tempat tujuan dengan Kawasaki ZX­6R 636, meski kakinya lagi­lagi harus tersiksa panas mesin khas sepeda motor mesin besar.

Wall Climbing Challenge Bagian 2

Salah satunya di Gelanggang Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk menjawab tantangan dari Anton, perjalanan Resa dengan Peugeot RCZ mengarungi rute lalu lintas dalam kota, banyak mata pengendara lain tertuju padanya. Bentuk RCZ yang tak lazim jika dibandingkan kendaraan pada umumnya, membuatnya terlihat eksotis.

Jika Resa cukup bisa menarik perhatian pengendara lain dengan Peugeot RCZ, Anton hanya bisa gigit jari. Karena desain Kawasaki ZX­6R 636 yang sepintas mirip dengan Kawasaki Ninja 250R yang sudah jamak beredar di jalan, membuatnya tidak begitu menarik perhatian secara tampilan. Tapi begitu putaran grip gas dimainkan, barulah orang sadar akan suara menggelegar dari mesin 4 silinder 636 cc ZX­6R 636.

Wall Climbing Challenge

Sebuah kendaraan selain menjadi sebuah alat transportasi, ia juga menjadi cerminan dan status pemiliknya. Salah satunya ialah gaya hidup pemilik kendaraan yang juga akan tercermin melalui jenis tunggangan yang digunakan. Sebagai pecinta mobil sport, Resa telah memberikan tantangan pada Anton untuk mencicipi paragliding.

Saatnya Anton untuk melemparkan tantangan kepada Resa, untuk ikut mencoba olahraga yaitu wall climbing. Dengan penuh semangat, Resa pun menerima tantangan tersebut. olahraga wall climbing rasanya tidak membutuhkan usaha yang keras dalam melakukannya, karena berbeda dengan hobi Resa yang hanya tersedia di dataran tinggi, ternyata cukup banyak tebing buatan di Jakarta yang bisa digunakan untuk memuaskan hasrat olahraga memanjat tersebut.

Renovasi Agar Sirkulasi Lancar Bagian 2

• Perubahan pada lantai 1 adalah ruang tamu dan ruang tidur kecil saya bongkar dan menggeser serta menambahkan 2 ruang tidur di tempat tersebut, dengan memanfaatkan bentuk tapak yang ada. Ruang tidur di tengah saya geser agar ruang tengah— yang berupa ruang keluarga dan ruang makan—bisa menjadi lebih luas dan terbuka. Dengan penambahan ruang tidur pada lantai 1 ini, berarti ruang tamu harus dikorbankan, agar bentuk ruang bisa lebih optimal dan terbuka.

Baca juga : Distributor Genset di Makassar

• Dengan 5 ruang tidur di lantai 1 ini, sebetulnya agak dipaksakan, karena dengan demikian ruang-ruang tidur akan menjadi berderet agar bisa terletak di area yang privat. Namun tetap saja karena adanya keterbatasan ruang, tapak dan peraturan, harus ada ruang tidur yang terpisah berada di area atau zona yang tidak sama. Satu ruang tidur terpaksa berada di area atau zona servis, berdekatan dengan dapur dan berada di bawah ruang jemur.

• Ruang keluarga dan ruang makan—sebagai tempat berkumpul keluarga—berada di tengah rumah. Ruangan ini terbuka dan menjadi satu, sehingga kegiatan di ruang tersebut dapat dilakukan bersama. Teras belakang dapat Anda biarkan senantiasa terbuka untuk kenyamanan sirkulasi udara. Bukaan-bukaan dan jendela juga saya buat maksimum agar udara dapat mengalir dan bergerak dengan baik.

• Kemudian untuk permintaan Anda akan garasi tidak mungkin dapat saya penuhi, karena dapur saya geser ke depan, sehingga hanya bisa menyisakan ruang terbuka untuk carport. Namun dengan keuntungan bentuk tapak yang melebar di muka, Anda bisa menjadikan sebagian halaman depan menjadi carport tambahan, dengan menambahkan perkerasan ramah lingkungan berupa paving atau grass block.

• Lantai 2—yang merupakan area servis—dihubungkan oleh tangga putar yang terletak di belakang ruang tidur 1 (ruang nomer 6). Area servis berupa ruang tidur pembantu dan cuci jemur. Seandainya Anda berencana menambahkan ruangan lagi di lantai 2, Anda harus membuat tangga penghubung. Penambahan tangga harus mengorbankan satu ruang tidur, sehingga ruang tidur yang dijadikan tangga harus dipindahkan ke lantai 2. Demikian jawaban yang saya berikan, semoga bisa menjadi inspirasi untuk Anda.