Mudah, Ini 7 Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami

Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami – Pada saat ketombe datang, banyak orang akan fokus pada rasa gatal dan bagaimana cara menghilangkannya dengan cepat.

Gatal akan membuat tangan ingin menggaruk namun akan berbahaya bagi kulit kepala. Jika kepala digaruk dengan kuku akan menimbulkan luka dan ketombe akan semakin bertambah banyak.

Mengapa ketombe datang? Alasan ketombe datang adalah kondisi kulit kepala yang berminyak yang disebut dengan ‘seborrheic dermatitis’. Tidak menggunakan shampo secara rutin juga bisa menjadi penyebab utamanya, kotoran kulit kepala akan menumpuk dan menimbulkan ketombe.

Baca Juga: 8 Manfaat Petai Cina

Kebersihan memang harus dijaga untuk kulit kepala agar ketombe tidak muncul. Berbagai penyebab tersebut bisa dicegah seperti mencuci rambut dengan rutin setiap dua hari dan tiga hari sekali. Mencari jenis shampo yang cocok sesuai dengan jenis kulit kepala. Apabila ketombe terus menerus muncul periksakan ke dokter.

Beberapa jenis ketombe dapat diatasi dengan mudah, namun ketika ketombe menimbulkan gatal yang tidak tertahankan dokter akan memberikan obat khusus. Obat ini berfungsi untuk menghindari pembengkakan pada kulit kepala akibat gatal pada kulit kepala yang sering digaruk.

7 Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami Paling Jitu

Apabila ketombe datang jangan khawatir dan tidak perlu langsung memeriksakan ke dokter. Cobalah beberapa cara menghilangkan ketombe secara alami. Banyak sekali bahan alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan ketombe dengan mudah. Bahan alami ini mudah ditemukan dan dapat dibeli di mana saja. Berikut ini nama-nama bahan alami serta cara menggunakannya untuk menghilangkan ketombe.

1. Baking soda

Sangat mudah menemukan baking soda di dapur. Bahan ini ternyata bisa digunakan untuk menghilangkan ketombe pada kepala. Baking soda dipercaya dapat menghilangkan kulit mati pada kepala serta mengurangi ketombe dan rasa gatal. Terdapat kandungan antijamur yang sangat baik untuk mengatasi ketombe.

Cara menggunakannya adalah dengan menaburkan bubuk baking soda pada kulit kepala yang sudah dibasahi. Pijat agar kulit kering mengelupas dan diamkan sekitar 2 menit lalu bilas dan gunakan shampo seperti biasa.

2. Cuka Apel

Cuka apel adalah salah satu bahan yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan salah satunya adalah untuk mengatasi ketombe. Cuka apel seringkali digunakan dalam menu diet karena akan mengurangi kandungan gula dalam darah serat meningkatkan penurunan berat badan. Kandungan asam dalam cuka apel akan memberikan stimulan pada kulit kering d kepala agar mudah mengelupas.

Cuka apel akan menyeimbangkan PH pada kulit kepala sehingga menghindari jamur untuk tumbuh. Cara menggunakannya adalah dengan memijat kepala menggunakan cuka apel. Lakukan setiap sebelum keramas apabila ketombe muncul. Lalu bilas dan lakukan keramas dengan shampo seperti biasa.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan tanaman yang paling mudah untuk ditemukan. Lidah buaya seringkali digunakan untuk meringankan luka sehingga terasa dingin dan cepat sembuh. Khususnya pada masalah kulit yang terbakar oleh panas matahari. Nah kandungan antibakteri dan antijamur akan membantu menghilangkan ketombe pada kulit kepala.

Cara menghilangkan ketombe secara alami dengan lidah buaya adalah memanfaatkannya sebagai masker rambut. Bahkan kulit kepala yang gatal akan mereda dan kulit kepala yang mati akan hilang diangkat bersama gel lidah buaya. Pastikan menggunakan lidah buaya asli bukan lidah buaya yang sudah dikemas. Cukup ambil lendir dan gunakan sebagai masker rambut dua minggu sekali.

4. Minyak Kelapa

Kulit kepala berminyak memang akan menimbulkan ketombe, namun cara mengatasinya dengan minyak kelapa cukup efektif. Minyak kelapa sangat terkenal sebagai bahan alami yang ampuh mengatasi ketombe. Beberapa studi bahkan membuktikan bahwa minyak kelapa bisa meningkatkan kadar kelembaban pada kulit.

Cara memanfaatkan minyak kelapa sebagai bahan anti ketombe adalah mengoleskan pada kulit kepala dan pijat. Lakukan setiap kali sebelum keramas, diamkan selama beberapa menit kemudian bilas. Agar minyak benar-benar hilang bilaslah menggunakan air hangat baru setelahnya gunakan shampo.

5. Lemon

Tidak hanya cuka apel yang mengandung asam baik untuk menghilangkan ketombe. Jika di rumah tidak memiliki cuka apel, bisa digantikan dengan lemon. Kandungan asam pada lemon mengandung antibakteri yang akan menghilangkan ketombe. Namun ingat jangan gunakan pada kulit kepala yang terluka akibat digaruk. Sebaiknya sembuhkan luka baru gunakan lemon.

Cara menggunakannya adalah peras lemon hingga dua sendok makan kemudian tambahkan air hangat satu gelas belimbing. Gunakan larutan air lemon ke seluruh bagian kulit kepala. Diamkan agar bereaksi selama beberapa menit lalu bilas. Ketombe akan langsung hilang seketika setelah kering. Hentikan pemakaian jika ketombe sudah hilang agar kulit kepala tidak kering.

6. Garam

Garam memiliki sifat abrasif, sifat inilah yang dimanfaatkan untuk menghilangkan ketombe dan mengangkat sel kulit mati di kepala. Garam juga memiliki kandungan antibakteri dan antijamur yang bisa digunakan untuk mencegah timbulnya ketombe di kemudian hari. Jangan gunakan cara ini pada kulit kepala yang terluka karena akan membahayakan luka terbuka.

Cara menggunakannya adalah basahi kepala kemudian gosokkan garam halus pada seluruh kulit kepala. Ketombe akan jatuh dan hilang. Bilas dengan segera garam akan segera mencair setelah rambut dibilas dengan air. Jangan lupa untuk pastikan tidak ada ketombe yang masih tersisa. Keramas dengan shampo setelah menggunakan garam

7. Bawang Putih

Bawang putih adalah bumbu dapur yang sangat lezat dan seringkali menjadi bumbu utama masakan Indonesia. Bawang putih pasti selalu tersedia di rumah, untuk mengatasi ketombe bawang termasuk bahan yang sangat efektif. terdapat kandungan antimikroba yang mencegah timbulnya jamur dan ketombe pada kulit kepala yang diberikan bawang putih.

Cara menghilangkan ketombe secara alami dengan bawang putih sangat mudah. CUkup tumbuk bawang putih hingga menjadi cukup halus, kemudian tambahkan satu sendok teh madu. Cobalah untuk massage kulit kepala dengan campuran bawang putih dan madu. Bilas kepala dengan air hangat. Bilas hingga benar-benar bersih kemudian keramas dengan shampo.

8 Manfaat Petai Cina yang Salah Satunya Untuk Kecerdasan Otak

Manfaat Petai Cina – Tanaman petai cina biasanya hanya dijadikan santapan sayur semata. Olahan petai cina yang biasa dikonsumsi adalah botok, pepes, atau penunjang olahan sayur mayur lainnya di meja makan seperti yang dikutip dari laman Antalogi.com.

Masyarakat Indonesia hanya menjadikan petai cina sebagai makanan pendamping nasi. Serta sebatas pengisi perut belaka. Padahal, tanaman yang berasa di lidah antara hambar dan manis ini. Merupakan salah satu sayuran yang mempunyai segudang manfaat penting.

Petai cina atau dalam bahasa lokal disebut lamtoro. Memiliki biji kecil-kecil bernama asli latin Leucaena Leucocephala merupakan tanaman yang bermanfaat bagi tubuh dan pencegahan penyakit. Berikut manfaat petai cina yang seharusnya anda ketahui:

8 Manfaat Petai Cina yang Salah Satunya Untuk Kecerdasan Otak

Memang untuk memiliki otak yang cerdas dibutuhkan latihan belajar yang rutin, selain itu juga harus dibantu dengan memberikan mmakanan otak untuk mencerdaskan, dan salah satunya adalah denga mengkonsumsi petai cina, dan berikut di bawah ini adalah manfaat petai cina lainnya:

1.Petai cina bermanfaat menyembuhkan 

Penyakit diabetes adalah penyakit umum masyarakat Indonesia. Serta termasuk dalma 5 besar penyakit paling banyak diderita masyarakat. Pasiennya mulai dari anak muda hingga orang tua yang diakibatkan gaya hidup tidak baik, terutama dalam menjaga asupan glukosa/gula.

Tanaman petai cina membantu tubuh menghasilkan hormon insulin dalam mengontrol kadar gula di dalam darah. Biji petai cina yang sudah kering bisa ditumbuk halus dan diseduh seperti menyeduh teh. Minum air seduhan petai cina mampu membantu penyembuhan diabetes.

2.Petai cina bermanfaat dalam mencegah 

Penyakit kanker disebabkan oleh paparan radikal bebas di dalam tubuh atau timbulnya keganasan sel-sel tubuh yang kemudian menyerang sel tubuh lainnya.

Lamtoro atau petai cina mempunyai kandungan antioksidan yang mampu mengontrol paparan radikal bebas ke dalam tubuh. Anda bisa mengkonsumsi petai cina secara rutin dengan beragam olahan di meja makan.

3.Petai cina bermanfaat dalam mengatasi cacingan

Penyakit yang menyerang anak-anak usia sekolah ini menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi. Akibat telur-telur cacing yang terus tumbuh dan berkembang di saluran pencernaan.

Penyakit cacingan dapat dicegah dengan rutin mengkonsumsi petai cina. Bagi anak kecil, petai cina bisa dijadikan olahan sayur yang dicampur dengan saos manis atau lalapan makanan si kecil.

4.Petai cina bermanfaat mencegah osteoporosis

Tanaman yang sering dijual di pasar-pasar tradisional ini mempunyai kandungan kalsium dan fosfor. Sebagai salah satu zat pembentuk kepadatan tulang dan gigi. Sehingga bermanfaat untuk mencegah osteoporosis bagi orang dewasa lanjut usia. Bagi orang dewasa lanjut usia, petai cina bisa disajikan sebagai olahan lalapan makanan.

5.Petai cina bermanfaat menopang mineral dan gizi tubuh

Rutin mengkonsumi petai cina bisa menjadi asupan nutrisi untuk tubuh. Petai cina mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B1. Serta beberapa mineral penting seperti zat besi, fosfor dan kalsium.

6.Petai cina bermanfaat melawan bakteri dan virus

Kandungan zat tanin yang ada di dalam petai cina mampu melawan bakteri dan virus-virus yang menyebabkan tubuh sakit. Zat tanin ini juga berfungsi dalma menawar racun yang masuk ke dalam tubuh.

7.Petai cina bermanfaat meningkatkan kecerdasan

Kandungan B1 yang ada di dalam petai cina menjadi asupan sel-sel saraf dalam beraktifitas. Sehingga sel-sel saraf yang beraktivitas dengan baik akan menopang sistem kecerdasan manusia dengan baik pula.

8.Petai cina bermanfaat mencegah diare dan melancarkan haid

Anda merasa sering terserang diare dan mengalami siklus haid yang berat? Cobalah rutin mengkonsumsi petai cina. Kandungan flavonoid dan tanin yang ada di dalam petai cina bermanfaat untuk mencegah diare. Sementara kandungan vitamin A berfungsi mengembalikan darah yang hilang selama haid dan membersihkan darah kotor.

Selain lima manfaat utama ini. Petai cina mempunyai manfaat lain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. Seperti menjadi pakan ternak. Bagi anda yang hidup di pedesaan.

Ranting dan daun-daun sisa petai cina bisa dijadikan pakan ternak hewan-hewan herbivora. Selain pakan ternak, batang petai cina yang masih bagus bisa diolah menjadi furniture hiasan di dalam rumah. Anda bisa berkreasi dengan menjadikannya hiasan vas bunga atau hiasan dinding.

Petai cina juga bisa dijadikan suplemen seperti mengurangi insomnia dan membangkitkan mood ketika sedang tidak baik. Menjadikan petai cina sebagai suplemen cukup dengan memasaknya dengan matang, lalu dijadikan santapan atau cemilan.

Berburu HARTA TERPENDAM DI SANGIRAN Bagian 2

Berburu HARTA TERPENDAM DI SANGIRAN Bagian 2 – Bahkan atas kesetiaannya selama 20 tahun menjadi kontributor bagi museum, ia mendapat berbagai penghargaan. Yang terbaru, pada Februari 2015, dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, Anies Baswedan yang sempat berkunjung ke Sangiran. Meski tak pernah belajar arkeologi maupun geologi, kepiawaian Sinyur yang hanya lulusan Sekolah Rakyat dalam mengenali titiktitik tanah yang menyimpan fosil tidak perlu diragukan. Sekali menggali, jarang ia pulang dengan tangan hampa. Karena itulah tak sedikit arkeolog dan peneliti yang kemudian meminta pertimbangan tentang lokasi-lokasi penggalian yang tepat, termasuk para ahli dari Pusat Arkeologi Nasional. Karena pergaulannya dengan para arkeolog itulah, Sinyur pun mampu mengenali berbagai jenis tulang binatang. Sangiran yang terletak di lembah sungai Bengawan Sala dikenal sebagai situs banyak peninggalan manusia purba dan kehidupan fauna prasejarah periode Pleistosen, yang dimulai sekitar dua juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu.

Sejak penemuan batu dan rahang manusia purba (Homo erectus) paling primitif, Meganthropus paleojavanicus, oleh arkeolog berkebangsaan Jerman, Ralph von Koenigswald tahun 1930- an, Sangiran menjadi magnet bagi peneliti dari seluruh dunia. Awalnya, para penduduk lokal bekerja untuk Koenigswald dan arkeolog lainnya yang datang belakangan. Mereka menjadi tenaga gali yang membantu eskavasi fosil di beberapa situs di Kubah Sangiran, seperti Ngebung, Grogolan, Krikilan, Dayu, dan Brangkal. Pada akhirnya orang-orang desa itu terbiasa menggali sendiri untuk mencari fosil yang bernilai tinggi, seperti gading dan kepala gajah purba, serta atap tengkorak manusia. Sekalipun tak paham stratigrafi lapisan tanah, mereka tak jarang menemukan fosil berharga tanpa perlu menggali terlalu dalam, seperti pengalaman Sinyur. Di waktu-waktu tertentu, Sinyur berkeliling desa mencari tanah yang diyakininya memiliki kandungan fosil, biasanya tanah yang berkontur atau di lereng bukit. Di tanah yang tidak rata, Sinyur akan lebih mudah mengenali lapisan tanah mana yang menyimpan “harta” galian. “Salah satu penandanya adalah adanya batuan putih yang keras dan lapisan pasir. Biasanya, di tanah seperti itu saya menemukan banyak tulang binatang purba, bahkan di lapisan tanah yang dangkal,” kata Sinyur. Jika menemukan tanah semacam itu, ia segera pergi menemui pemilik lahan untuk meminta izin penggalian. Jika ditemukan fosil, maka ia akan mengirimkannya ke museum. Uang jasa yang didapat kemudian akan dibagi dengan pemilik lahan.

Berkat reputasi Sinyur, hampir tak ada pemilik lahan yang keberatan tanahnya digali, bahkan tanpa izin terlebih dulu. Sering kali, mereka kaget karena tiba-tiba Sinyur datang memberikan uang. Tidak tergiur yang ilegal Sinyur mengaku, meski mendapat uang kompensasi, itu tak lantas membuat dirinya kaya. Sebab fosil bagus, tidaklah muncul setiap hari. Pekerjaan semacam ini hanya bisa membantunya bertahan hidup mengingat penghasilannya sebagai petani lahan kering tak cukup menopang kebutuhannya. Nilai imbalan yang diberikan museum berbeda-beda, tergantung pada jenis fosil, kelangkaan, serta kondisinya. Namun secara umum, nilainya berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Misalnya fosil gading gajah purba yang utuh atau lengkap Rp5 juta, kepala gajah kecil Rp4 juta, atau kepala gajah besar Rp10 juta

Berburu HARTA TERPENDAM DI SANGIRAN Kota Bunga

Berburu HARTA TERPENDAM DI SANGIRAN Kota BungaSinar Matahari terasa menyengat di Grogolan Kulon, dusun kecil di wilayah Kubah Sangiran, Jawa Tengah. Seorang lelaki tua menapaki ladang di antara barisan pohon jati yang tumbuh di perbukitan yang curam. Sambil menggenggam linggis dan menggendong tas ransel butut yang tampak terisi penuh, ia bergegas pulang. Sesampainya di rumah, ia langsung duduk di teras beralas semen dan menunjukkan semua hasil buruannya hari itu. Beberapa bongkah batu dikeluarkannya dari dalam tas ransel. Bongkahanbongkahan itulah fosil tulang binatang purba yang digali di sebuah lereng bukit gersang, tak jauh dari dusunnya. Sehari-harinya, Asmorejo, 63 tahun, atau akrab disapa Sinyur, adalah petani yang memanfaatkan waktu luangnya sebagai pencari fosil. Hari itu dia mendapat tulang telapak kaki gajah purba beserta potongan rahang bawah yang tak utuh, tulang kaki harimau, dua bola-bola batu sebesar tolak peluru, dan remukan tulang rusa dan kerbau.

Ada pula pecahan batu silika kecil-kecil dengan ujung tajam yang merupakan peralatan serpih yang digunakan oleh manusia purba untuk menguliti binatang. “Kalau yang satu ini paling istimewa, banyak dicari karena langka. Konon bisa dipakai untuk jimat,” ujar Sinyur sembari mengeluarkan fosil gigi kuda nil purba sepanjang 25 cm dari kantung tas. Di bilik yang terletak di belakang rumahnya terdapat tiga karung berisi fosil hasil temuan Sinyur. Dia kemudian menaruh pecahan tulang yang ditemukan hari itu ke dalam salah satu karung.

“Kalau remukan tulang biasanya ditolak museum, apalagi tidak ada sambungannya, sulit disusun kembali. Bola-bola batu ini juga banyak, saya bisa menemukan 50 biji sehari kalau mau,” tutur dia. Temuan berupa bongkahan-bongkahan besar akan dibawa ke Museum Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Biasanya pihak museum akan memberi Sinyur kompensasi atau uang lelah. Sinyur memperkirakan temuan telapak gajah bisa dihargai setidaknya Rp500 ribu , sedangkan gigi kuda nil Rp700 ribu. Dipercaya pemilik lahan Sinyur adalah sosok terkenal di wilayah Sangiran dan sekitarnya karena prestasinya menemukan berbagai fosil, seperti gading gajah purba (Stegodon trigonochepalus), tanduk kerbau (Babulus paleokarabau), tulang kuda nil dan rahang buaya. Jumlah fosil yang ia kirimkan ke museum sudah tak terhitung.