Diet & Olahraga Tidak Membantu

Pengaturan pola makan dan aktivitas fisik untuk mamil yang obesitas dapat dengan efektif mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, tapi tetap tak bisa mencegah gangguan diabetes gestasional. Menurut studi yang dimuat di jurnal Lancet Diabetes and Endocrinology, program pencegahan diabetes untuk mamil dengan obesitas lebih baik diarahkan pada skrining dan penanganan yang lebih baik dan lebih ketat. “Jadi, diet dan olahraga intensif saja tidak akan membantu,” ujar Profesor Lucilla Poston, kepala peneliti dari Divisi Kesehatan Wanita, King’s College London.

Kenapa Sering Kedinginan?

Di saat sebagian mamil sering merasa kegerahan selama hamil, Mama justru malah sering kedinginan. Kenapa bisa begitu? Ternyata, sejauh tidak terlalu mengganggu, kondisi ini bisa dibilang normal. Hanya saja, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki gangguan tiroid, karena bisa jadi inilah penyebab Mama sering kedinginan. Selain itu, rasa dingin juga sering menyertai beberapa jenis infeksi yang umum terjadi selama kehamilan, seperti: infeksi pada ginjal. Jika mamil mengalami infeksi, gejala lain yang juga dirasakan adalah mual dan muntah.

Tidak Perlu Makan Untuk Berdua

Para ahli dari MRC Clinical Sciences Center, Imperial College London menegaskan, anggapan “makan untuk dua orang” benar-benar hanya mitos belaka. Hal ini disimpulkan setelah mendapati bahwa selama kehamilan tubuh mama akan melepaskan hormon yang memicu usus untuk berkembang secara dramatis, sehingga dapat mengantisipasi kebutuhan bayi di dalam kandungan.

Baca juga :  Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

“Hormon yang sama juga menstimulasi tubuh mamil untuk menyimpan lebih banyak lemak. Jadi, keliru bila kita menganggap organ internal memiliki ukuran yang tetap. Ternyata, ukurannya akan berubah seiring dengan perubahan tubuh, begitu juga dengan metabolisme tubuh dan sistem pencernaan mamil,” kata Irene Miguel-Aliaga, kepala penelitian ini.

Intoleransi Zat Kimia Pengaruhi Risiko Autisme dan ADHD

Studi yang dilakukan oleh University of Texas Science Center menemukan, para mama yang memiliki intoleransi terhadap zat kimia ternyata berisiko 2-3 kali lipat lebih besar untuk memiliki anak dengan gangguan spektrum autisme ataupun gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Selain itu, menurut studi yang dimuat di Journal of the American Board of Family Medicine, anak-anak dari mama yang memiliki intoleransi terhadap zat kimia juga cenderung lebih sensitif terhadap paparan zat kimia di sekitarnya, seperti: bau mesin, bensin, asap, wewangian, serta produk pembersih yang sering digunakan sehari-hari. Mereka juga lebih sensitif terhadap efek yang mungkin timbul akibat infeksi, konsumsi obat-obatan, makanan, serta alergen. Jika mama termasuk memiliki intoleransi terhadap zat kimia, para ahli menyarankan untuk menghindari paparannya selama kehamilan, mulai pestisida, cairan pembersih, hingga zat kimia lain yang biasa digunakan saat merenovasi atau membangun rumah.

Mencegah Insomnia

Sering sulit tidur selama hamil? Cobalah untuk selalu tidur pada waktu yang sama setiap malam. Awali dengan melakukan kegiatan yang menenangkan, seperti membaca buku, mendengarkan musik lembut, minum susu hangat, atau mandi air hangat. Pastikan kondisi kamar dan tempat tidur nyaman. Periksa suhu AC dan atur bantal supaya dapat menyokong tubuh dengan nyaman selama tidur. Nah, selamat tidur!