Berapa Jumlah Gerakan Janin Hari Ini Bag3

Janin yang berada dalam kondisi sejahtera, akan kembali bergerak. Di minggu ke-20 hingga 28, janin masih memiliki ruang yang luas dalam kantong ketuban untuk bergerak, sehingga sangat wajar bila gerakannya kadang kurang terasa, walau sebenarnya ia bergerak terus.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Selanjutnya, masuk minggu ke-35, janin yang terus tumbuh akan mengisi ruang dalam rahim, namun masih memiliki sedikit ruang untuk melakukan pergerakan. Tak heran bila di minggu tersebut, gerakan janin menjadi lebih terasa, bahkan lebih sering ketimbang minggu sebelumnya. Di saat inilah Mama bisa mulai mengabadikan gerakannya lewat video sebagai momen indah tak terlupa, sebab gerakan janin di minggu ini umumnya membuat perut Mama juga ikut bergerak. Masuk minggu ke-38, umumnya gerakan janin mulai berkurang, namun tidak secara drastis. Hal ini disebabkan janin sudah tumbuh semakin besar, sehingga ruang geraknya menjadi terbatas.

Mama setidaknya masih bisa merasakan gerakan janin sebanyak 10 kali dalam 12 jam yang menandakan kalau ia dalam kondisi baik. Semakin besar janin, gerakannya bisa menjadi sangat terasa. Saat ia menggerakkan siku, misal, janin dengan posisi kepala yang diharapkan mulai memasuki jalan lahir, akan membuat bagian bawah perut terasa sedikit nyeri. Begitu juga saat ia menendang, kaki yang sudah berada di dekat ulu hati bisa membuat Mama merasa mual hingga sesak. Namun, semua ini wajar, kok, Ma, mengingat usia kehamilan yang semakin tua.

Lain halnya bila Mama merasakan gerakan janin melemah dari hari-ke hari, janin menjadi tak seaktif biasanya, bahkan Mama mengamati kalau gerakannya kurang dari 10 kali selama 12 jam, maka segeralah periksakan kondisi janin ke dokter obgin. Dokter akan mengambil tindakan berupa pemeriksaan dengan USG untuk melihat kondisi janin, seperti kualitas plasenta dan jumlah air ketuban.

Bila kondisi janin dinyatakan kurang bagus, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan CTG untuk melihat aktivitas jantung janin dan melihat apakah janin berada dalam kondisi gawat atau tidak. Adapun yang menyebabkan janin masuk dalam keadaan gawat dan kesejahteraannya menurun, antara lain kualitas plasenta yang menurun. Seperti diketahui, lewat plasentalah makanan dan oksigen dari Mama dialirkan ke janin.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *