Berburu HARTA TERPENDAM DI SANGIRAN Kota Bunga

Berburu HARTA TERPENDAM DI SANGIRAN Kota BungaSinar Matahari terasa menyengat di Grogolan Kulon, dusun kecil di wilayah Kubah Sangiran, Jawa Tengah. Seorang lelaki tua menapaki ladang di antara barisan pohon jati yang tumbuh di perbukitan yang curam. Sambil menggenggam linggis dan menggendong tas ransel butut yang tampak terisi penuh, ia bergegas pulang. Sesampainya di rumah, ia langsung duduk di teras beralas semen dan menunjukkan semua hasil buruannya hari itu. Beberapa bongkah batu dikeluarkannya dari dalam tas ransel. Bongkahanbongkahan itulah fosil tulang binatang purba yang digali di sebuah lereng bukit gersang, tak jauh dari dusunnya. Sehari-harinya, Asmorejo, 63 tahun, atau akrab disapa Sinyur, adalah petani yang memanfaatkan waktu luangnya sebagai pencari fosil. Hari itu dia mendapat tulang telapak kaki gajah purba beserta potongan rahang bawah yang tak utuh, tulang kaki harimau, dua bola-bola batu sebesar tolak peluru, dan remukan tulang rusa dan kerbau.

Ada pula pecahan batu silika kecil-kecil dengan ujung tajam yang merupakan peralatan serpih yang digunakan oleh manusia purba untuk menguliti binatang. “Kalau yang satu ini paling istimewa, banyak dicari karena langka. Konon bisa dipakai untuk jimat,” ujar Sinyur sembari mengeluarkan fosil gigi kuda nil purba sepanjang 25 cm dari kantung tas. Di bilik yang terletak di belakang rumahnya terdapat tiga karung berisi fosil hasil temuan Sinyur. Dia kemudian menaruh pecahan tulang yang ditemukan hari itu ke dalam salah satu karung.

“Kalau remukan tulang biasanya ditolak museum, apalagi tidak ada sambungannya, sulit disusun kembali. Bola-bola batu ini juga banyak, saya bisa menemukan 50 biji sehari kalau mau,” tutur dia. Temuan berupa bongkahan-bongkahan besar akan dibawa ke Museum Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Biasanya pihak museum akan memberi Sinyur kompensasi atau uang lelah. Sinyur memperkirakan temuan telapak gajah bisa dihargai setidaknya Rp500 ribu , sedangkan gigi kuda nil Rp700 ribu. Dipercaya pemilik lahan Sinyur adalah sosok terkenal di wilayah Sangiran dan sekitarnya karena prestasinya menemukan berbagai fosil, seperti gading gajah purba (Stegodon trigonochepalus), tanduk kerbau (Babulus paleokarabau), tulang kuda nil dan rahang buaya. Jumlah fosil yang ia kirimkan ke museum sudah tak terhitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *