Slot Satelit Indosat Pun Terbang

Teknorus.com – Akhirnya, PT Indosat tidak mampu memper­ tahankan hak menggu­ nakan slot orbit satelit 150,5 BT (bujur timur) yang digunakan satelit Palapa C2. Pasalnya, pemerintah pada 26 Maret 2014 menyatakan tidak memperpanjang lisensi slot orbit satelit itu dan seperti sudah direncanakan, menyerahkan pemanfaatan orbit satelit kepada Bank BRI.

Baca juga : WA WEB

Akhirnya PT Indosat hanya mendapat hak penggunaan slot orbit sampai usia satelit Palapa C2 berakhir pada 31 Agustus 2015, sementara satelit baru milik BRI yang dibuat oleh SSL (Space System/Loral) dari Amerika baru bisa diorbitkan pada sekitar Juni 2016, 26 bulan sejak pesanan ditandatangani pada 28 April lalu. Satelit akan diluncurkan dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana Perancis, Amerika Selatan.

Pemerintah konon sudah menegur PT Indosat sejak beberapa tahun lalu agar menyatakan akan tetap menggunakan slot satelit di 105,5 BT tadi atau tidak, karena jika slot itu kosong akan diambil kembali oleh ITU (International Telecommunication Union – uni telekomunikasi internasional) yang berhak mengaturnya. Namun hingga tahun 2013 PT Indosat tidak menyampaikan pernyataannya.

Padahal operator milik Ooredoo (Qatar) itu mengumumkan sudah meneken kontrak dengan pembuat satelit Orbit Science Corporation pada 1 Mei 2013, ketika pada awal 2014 pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informatika – Kominfo) menyatakan akan menyerahkan slot tadi kepada Bank Rakyat Indonesia. Sebenarnya, kata sumber di Kominfo, pemerintah sudah memberi kesempatan PT Indosat untuk membuktikan kontraknya sudah berjalan, namun hingga batas waktu yang ditentukan, PT Indosat belum mampu mendapat pinjaman dana untuk membayar satelit yang akan diberi nama Palapa E.

Menurut Dirut PT Indosat, Alex Rusli kepada media, pihaknya pada akhir Februari sedang melakukan tawar menawar soal bunga serendah mungkin dengan beberapa ECA (export credit agency) untuk mendapat pinjaman senilai 200 juta dollar AS bagi investasi satelit. Sayangnya pinja man itu belum terlaksana sampai tenggat yang ditetapkan pemerintah terlampaui.

Rencananya PT Indosat akan meluncurkan satelit Palapa E dengan biaya 250 juta dollar AS, sekitar 50 juta untuk biaya peluncuran bersumber dari kas internal. Masih menjadi pertanyaan ketika bisnis yang menarik – walau kontribusinya terhadap pendapatan tidak terlalu besar – dibiarkan saja lepas oleh kelompok Ooredoo, pemilik PT Indosat.

Wall Climbing Challenge Bagian 5

Sedangkan harness set sekitar Rp 3 jutaan. Tali sepanjang 50 meter pun siap menjadi pengaman bagi para pemanjat. Kesulitan yang ditemui adalah menopang berat badan menggunakan kedua tangan dan kaki untuk melawan gravitasi bumi.

Ditambah harus memanjat tebing tersebut, hingga berada di puncak dengan tinggi 20 meter, selain nyali tenaga ekstra dibutuhkan untuk menyelesaikan tantangan ini. Intinya, meski hobi ini terlihat mudah, tapi ternyata masuk kategori ekstrem. Karena selain membutuhkan kekuatan fisik, keberanian pun perlu disemburkan.

Cukup mencerminkan sebuah hobi bagi pengendara sepeda motor supersports yang memacu adrenalin selama menjinakkannya. Jakarta climbers Lokasi : Gelanggang Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan Waktu latihan : Selasa, Kamis (pukul 18:00 – 21:00), Minggu (pukul 09:00 – 14:00) Biaya : Rp 100 ribu / kunjungan (Termasuk biaya sewa sepatu dan harness set)

Wall Climbing Challenge Bagian 4

Meski begitu, dengan bentuk bodi kompak RCZ, tidak begitu menyulitkan ketika melewati kemacetan. Benar saja, Anton dengan Kawasaki ZX­6R 636­nya sampai lebih dulu di lokasi meski mulai bergerak dari titik yang sama. Sesampainya di lokasi, Resa sudah dihadapkan tebing buatan setinggi 20 meter yang menjadi sarana atlet panjat tebing dalam mengasah kemampuannya. Saatnya menyiapkan diri untuk memanjat tebing tersebut.

Sebenarnya banyak peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan wall climbing. Namun pada dasarnya, harus memiliki harness set untuk kemanan dan wall climbing shoes agar lebih nyaman. Peralatan itu telah disediakan oleh pemilik arena. Namun jika ingin memilikinya, sepatu khusus panjat tebing ini dibanderol Rp 2 jutaan.

Wall Climbing Challenge Bagian 3

Keistimewaan desain bodi Peugeot RCZ tidak berlanjut pada sektor mesin. Mesinnya berkapasitas 1.598 cc 4 silinder turbo, yang menghasilkan tenaga 163 dk dan torsi 240 Nm. Tidak ada yang salah, hanya terasa tidak memiliki tenaga buas layaknya Kawasaki ZX­6R 636 yang bertenaga 129 dk. Tapi untuk berkendara di dalam kota, respons akselerasinya lebih dari memadai. Peugeot RCZ ini memang cocok mendapatkan predikat sebagai mobil daily sportscar.

Tanpa disadari, tantangan sudah dimulai ketika Resa harus mengendarai RCZ di jalan Ibu Kota. Pasalnya, Peugeot RCZ harus mengarungi kemacetan yang cukup menyita waktu, sedangkan Anton dapat sampai lebih dulu ke tempat tujuan dengan Kawasaki ZX­6R 636, meski kakinya lagi­lagi harus tersiksa panas mesin khas sepeda motor mesin besar.

Wall Climbing Challenge Bagian 2

Salah satunya di Gelanggang Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk menjawab tantangan dari Anton, perjalanan Resa dengan Peugeot RCZ mengarungi rute lalu lintas dalam kota, banyak mata pengendara lain tertuju padanya. Bentuk RCZ yang tak lazim jika dibandingkan kendaraan pada umumnya, membuatnya terlihat eksotis.

Jika Resa cukup bisa menarik perhatian pengendara lain dengan Peugeot RCZ, Anton hanya bisa gigit jari. Karena desain Kawasaki ZX­6R 636 yang sepintas mirip dengan Kawasaki Ninja 250R yang sudah jamak beredar di jalan, membuatnya tidak begitu menarik perhatian secara tampilan. Tapi begitu putaran grip gas dimainkan, barulah orang sadar akan suara menggelegar dari mesin 4 silinder 636 cc ZX­6R 636.

Wall Climbing Challenge

Sebuah kendaraan selain menjadi sebuah alat transportasi, ia juga menjadi cerminan dan status pemiliknya. Salah satunya ialah gaya hidup pemilik kendaraan yang juga akan tercermin melalui jenis tunggangan yang digunakan. Sebagai pecinta mobil sport, Resa telah memberikan tantangan pada Anton untuk mencicipi paragliding.

Saatnya Anton untuk melemparkan tantangan kepada Resa, untuk ikut mencoba olahraga yaitu wall climbing. Dengan penuh semangat, Resa pun menerima tantangan tersebut. olahraga wall climbing rasanya tidak membutuhkan usaha yang keras dalam melakukannya, karena berbeda dengan hobi Resa yang hanya tersedia di dataran tinggi, ternyata cukup banyak tebing buatan di Jakarta yang bisa digunakan untuk memuaskan hasrat olahraga memanjat tersebut.