Deteksi Kelainan Kromosom Bag2

MAMIL YANG BERISIKO Tentu, tak semua mamil perlu menjalani proses amniosentesis. Namun, bila Mama mendapati minimal satu dari beberapa riwayat ini, ada baiknya segera bicarakan dengan dokter obgin, ya, Ma. U Mamil dengan usia 35 tahun atau lebih. Pasalnya, bayi yang dilahirkan oleh perempuan usia di atas 35 tahun dinilai lebih berisiko mengalami kelainan kromosom.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

U Pernah memiliki anak dengan sindrom Down atau kelainan kromosom lain sebelumnya. Sangat penting untuk membicarakan hal ini kepada dokter obgin guna mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi pada anak kedua dan selanjutnya. U Memiliki anggota keluarga dekat yang mengalami kelainan kromosom. Tak ada salahnya bila Mama Papa merunut kembali anggota keluarga dekat sejak kini. U Mamil maupun janin dengan kondisi kesehatan tertentu, sehingga dokter menyarankan untuk dilakukannya proses amniosentesis, seperti: infeksi, kasus ketuban berlebih, mengetahui kematangan paru, dan lainnya sesuai ajuan dokter.

MINIMALISASI RISIKO DENGAN TEPAT Komplikasi atau risiko dari tindakan amniosentesis bisa dibilang sangat minim jika dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dan dijalankan dengan hati-hati. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter obgin sebelum menjalani tindakan ini, tentang apa saja keuntungan yang didapat, apakah sebanding dengan risiko yang mungkin timbul.

Beberapa risiko yang mungkin ditimbulkan oleh tindakan amniosentesis, antara lain: keguguran, terutama bila amniosentesis dilakukan pada usia kehamilan di bawah 15 minggu; trauma pada organ janin, apabila jarum suntik mengenai bagian tubuh janin; korioamnionitis atau infeksi selaput ketuban yang bisa berakhir dengan keguguran; serta kemungkinan terjadinya kelainan bentuk anggota gerak janin (talipes) walau sangat jarang.

Karena proses amniosentesis memiliki risiko, sebelum dilakukannya tindakan, rumah sakit biasanya meminta Mama untuk melengkapi dan menandatangani dokumen yang berkaitan dengan tindakan, sehingga sebaiknya Mama Papa memahami isi “perjanjian” yang tertera dalam dokumen tersebut. Beberapa tahapan prosedur ini bisa menjadi acuan dalam mendapatkan proses yang aman. U Dokter akan melakukan anestesi lokal di daerah tindakan, yaitu bagian perut Mama. U ‘engan panduan USG, dokter akan mencari area yang aman, kemudian memasukkan jarum ke dalam perut Mama menembus dinding perut, lalu dinding rahim, dan akhirnya kantong amnion.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *