Langkah Kuda Menyehatkan Bumiputera Bagian 2

Keputusan itu diambil setelah Komite Stabilitas Sektor Keuangan menggelar rapat di Kementerian Keuangan. Dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani, rapat mengamanatkan pimpinan OJK mengambil langkah-langkah yang diperlukan. ”Komite akan memantau untuk memastikan langkah OJK tidak berdampak negatif bagi pasar modal ataupun pemegang polis,” ujar Sri Mulyani. Gelagat pengambilalihan Bumiputera, kata Irvan Rahardjo, sudah tampak sejak satu bulan sebelumnya.

Ketika itu berembus kabar di kalangan Asosiasi Asuransi Jiwa bahwa OJK mencari orang-orang yang akan ditempatkan sebagai pengelola statuter. Irvan menyesalkan keputusan OJK yang tidak transparan. ”OJK diam-diam menidurkan direksi dan komisaris yang tidak satu ide,” ucap Irvan, yang juga bekas Komisaris Independen AJB Bumiputera. l l l SATU hari setelah Otoritas Jasa Keuangan menonaktifan manajemen, pengelola statuter menunjuk PT Evergreen Invesco Tbk.

Menurut Adhie Massardi, Evergreen hanya perusahaan cangkang yang akan digunakan Bumiputera untuk mencari suntikan dana dari pasar modal dengan skema backdoor listing. Caranya, Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) membentuk superholding PT Bumiputera 1912 atau B1912. Adhie mengatakan, B1912 mengumpulkan anak-anak usaha dalam dua holding, yaitu usaha bidang properti di bawah PT Bumiputera Properti Indonesia (BPI) dan PT Bumiputera Investasi Indonesia (BII) untuk menampung aset fnansial. Untuk menjalankan kegiatan asuransi jiwa, BII membentuk PT Bumiputera Life Insurance (BLI). Dalam rapat pada 15 Desember lalu, pengelola statuter memutuskan mendirikan PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *