Langkah Kuda Menyehatkan Bumiputera bagian 3

Nama BLI juga diubah menjadi PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB), yang ditabalkan sebagai ”bentuk baru” dari AJBB. Di AJB inilah hampir semua sumber daya manusia AJBB dimigrasikan. Targetnya, mulai awal tahun depan, semua usaha langsung beroperasi di bawah bendera AJB. AJBB tidak lagi menjual polis. Peran itu diambil alih oleh AJB. Merujuk prospektus yang diterbitkan Evergreen, perusahaanperusahaan itu dibentuk masing-masing pada Juni 2016—kecuali BLI yang dibentuk pada Oktober lalu.

Namun, kata Adhie, terbentuknya sejumlah perusahaan itu sebenarnya baru terealisasi setelah pengelola statuter masuk. Melalui anak usahanya, PT Pacifc Multi Industri (PMI), Evergreen membeli superholding B1912. Dengan begitu, perusahaan pemintalan benang yang sudah tidak aktif itu bisa melakukan rights issue untuk mendapatkan dana segar. Menurut Adhie, skema pembelian ini hanya siasat karena sebetulnya Evergreen yang ”dipakai” oleh Bumiputera. Awalnya, Evergreen akan menjual 93,88 miliar saham baru dengan perolehan maksimal Rp 30 triliun.

Efek dilusi dari penerbitan saham baru ini mencapai 95,24 persen. Dana hasilrights issuebakal digunakan untuk mencukupi kebutuhan likuiditas AJBB. Selisih antara nilai aset dan kewajiban perusahaan asuransi tersebut mencapai Rp 19 triliun. Dalam prospektusnya, Evergreen menargetkan bisa mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 30 November lalu.

Harapannya, semua transaksi tuntas pada 23 Desember 2016. Namun rencana itu terpaksa ditunda hingga tahun depan. Sejumlah orang dalam Bumiputera yang mengetahui transaksi tersebut mengatakan proses itu sesungguhnya dimulai pada pertengahan tahun lalu. Hal itu ditandai dengan masuknya BNP Paribas. Manajemen Bumiputera menyewa lembaga konsultan internasional ini karena dinilai punya rekam jejak meyakinkan saat merestrukturisasi Panin, BNI Life, dan Daichi Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *