Langkah Kuda Menyehatkan Bumiputera Bagian 4

BNP dicangkokkan OJK ke Bumiputera untuk melakukan pembenahan. Program penyehatan ini melibatkan Emerging Asia Capital Partner (EACP), penasihat keuangan Credit Suisse, dan auditor PricewaterhouseCoopers. Alamat EACP berada di lokasi yang sama dengan kantor Evergreen di Gedung CIMB Niaga Lantai 22, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Dokumen surat yang diperoleh Tempo menunjukkan Bumiputera membayar mahal para konsultan tersebut.

Dalam suratnya tertanggal 7 Desember 2016, PT EACP Konsultan Indonesia mengirim tagihan kepada Koordinator Statuter. Perusahaan itu meminta penggantian biaya yang sudah mereka keluarkan untuk 19 tim konsultan. Nilainya Rp 33,8 miliar dan US$ 2,75 juta. Jasa konsultasi PricewaterhouseCoopers menyedot biaya paling mahal, yakni Rp 16,5 miliar. Adhie tak membantah akan ada biaya yang dikeluarkan perusahaan. ”Ada sejumlah komitmen.

Sebagian ini hanya amal,” ujarnya. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida mengatakan Evergreen telah mengubah nilai rights issue dari Rp 30 triliun menjadi Rp 10 triliun. Angka tersebut kemungkinan akan turun lagi menjadi hanya Rp 4 triliun. ”Itu informasi informal. Tapi yang resmi ke OJK masih Rp 10 triliun,” katanya Kamis pekan lalu. Adhie Massardi mengakui rapat pengelola statuter pekan lalu membahas sejumlah perubahan.

Antara lain, tagihan premi (future income) sebesar Rp 15 triliun tidak dimasukkan ke aset yang dijual. Selain itu, aset-aset properti yang akan dilepas hanya 60 persen. Menurut Dumoly Pardede, rights issue semula diharapkan bisa menghimpun dana Rp 30 miliar karena ada investor Prancis yang bersedia masuk. ”Saat itu, ada yang berani mengambil alih seluruh kewajiban,” katanya. Belakangan, janji itu tinggal kenangan karena calon investor mensyaratkan Bumiputera memiliki bancassurance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *