Langkah Kuda Menyehatkan Bumiputera

Suhu politik di kalangan internal Bumiputera mulai meninggi sejak awal Oktober lalu. Pemicunya, Badan Perwakilan Anggota dan OJK berseberangan dalam hal skema penyehatan yang akan dijalankan. ”Konsep kami berbeda dengan OJK,” kata Ketua BPA Abdul Kadir. OJK memilih restrukturisasi melalui pasar modal. Sedangkan BPA berharap perusahaan negara (BUMN) yang menyuntikkan dana untuk Bumiputera. Itu sebabnya, pada 13 Oktober, Abdul Kadir bersama sepuluh anggota BPA lainnya menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pertemuan itu membahas langkah penyehatan Bumiputera. Ketika ditanya lebih jauh apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, Kadir memilih diam. ”Saya tak mau dianggap menghalangi kerja pengelola statuter,” katanya. Pada hari yang sama, Jusuf Kalla memanggil Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas skema penyelamatan Bumiputera. Seorang pejabat di Kantor Wakil Presiden membenarkan adanya pertemuan tersebut. Jusuf Kalla, kata sumber tadi, mendorong agar perusahaan asuransi tertua itu mencari investor.

”Tidak ada opsi bailout,” ujar sumber tadi. Besok paginya, Muliaman Hadad melaporkan perkembangan Bumiputera kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara. ”Presiden diberi laporan agar tidak kaget. Kalau terjadi apa-apa, Istana sudah tahu,” kata pejabat di Istana yang mengetahui pertemuan tersebut. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan, hadir dalam pertemuan itu. Sore harinya, OJK memutuskan mengambil alih Bumiputera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *