Meet “Miss World”, Sony Xperia Z3

Dari IFA 2014, Berlin, Jerman, hanya Sony yang paling bikin heboh. Kompetitor lainnya tampil biasa saja. Seminggu kemudian, giliran Asia Pasifi k didatangi. Masih mengusung tiga keluarga Z baru (Sony Xperia Z3, Xperia Z3 Compact dan Xperia Z3 Tablet Compact), satu seri keluarga E (Sony Xperia E3), dan dua gawai pakai (Smartwatch 3 dan SmartBand Talk). Tetapi yang jadi bintang tetaplah Xperia Z3. Si idola baru. Menjajal seri ini di Marina Bay Sands, Singapore, 16 September silam. Sayang waktu membatasi persuaan ini. Tapi ia janji akan segera tiba di Indonesia pada Oktober tahun ini.

Baca juga : harga iphone

Sooo.. Sexy! Ingin rasanya cepat-cepat meletakkan Z1 atau Z2. Sebab, tiba-tiba muncul “Miss World” yang lebih sexy. Sudah begitu dengan “busana” kelir Cooper dan Silver Green yang belum pernah dipamerkan Sony sebelumnya. Bazzle (space di antara batas layar kiri dan kanan dengan pinggir ponsel) makin tipis. Tak pelak raut layar terlihat lebih lega, luas. Balutan layar Triluminous, LED Live Colour dan X-Reality sungguh membikin layar lebih berbinar. Tak kusam seperti Z1.

Dan, jauh sekali bedanya. Ramping betul vital size bodinya. Bukan soal panjang dan lebar, tetapi tebalnya yang turun nyaris 1 mm ketimbang Xperia Z2. Ia hanya 7,3 mm saja. Memandang setiap bagian ujung, membuyarkan kesan kaku. Lekukan yang cerdas, dengan bingkai aluminium yang bersih dan rapi. Sisi samping itu tak lalu membuat sudut 90 derajat.

Melainkan dibuat rounded. Menyatu pula dengan beberapa slot dan tombol. “Great design,” cetus John Featherstone, VP SEAO, Sony Mobile Communications mencoba membuat istilah yang pas. Sang idola ternyata jagoan “renang”. Bahkan hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Tak heran kalau ia menyabet serifi kat paling tinggi di dunia uji debu dan air, IP68 namanya. Sekadar info, Xperia Z2 hanya dapat medali IP58. Makin jatuh hati dibuatnya.

No Need Teve! Soal menikmati aura suara harus segera dihentikan agar tak kebablasan. pindahkan ke sebuah aplikasi bernama Remote Play. Kebetulan ada mesin PlayStation 4 dan televisi 42 inci. Wow, si Xperia Z3 makin “nakal” merayu untuk habiskan waktu bermain game Need for Speed. Ngajak balapan dia. Baiklah. Masalahnya, si idola ternyata iri dengan televisi. Maklum televisi 4K Sony luas punya. Jelas Xperia Z3 kalah lega. Tapi, ia janjikan main game sambil rebahan, tidur-tiduran, atau terserah Anda, di mana saja. Asalkan, ia tetap terhubung ke mesin PS4 dengan Wi-Fi, semua urusan main game akan beres. Betul saja, walhasil ogah berdiri. Tanpa televisi pun jadi. Stik gamnya pake saja punya PS4 orisinil.

Bye Low Light Menjelang gelap, ajak si idola jalan-jalan menikmati senja Singapura. Ia mengaku punya banyak kegunaan kali ini. Lebih beragam ketimbang Xperia Z2. Selidik punya selidik ternyata benar. Tawarannya ada Sound Photo, AR Fun, Face In, Background defocus dan YouTube Live. Fitur macam Superior Auto, Manual, AR Eff ect, Sweep Panorama, Video Shot 4K, masih ada. Masih pula memakai kamera 20,7 MP dengan sensor Exmor RS, engine BIONZ, tetapi lensanya (G Lens) di-upgrade. Lalu, ditambahkan opsi ISO sampai 12.800. Dulu mentok di 3.200. Gunanya agar ketika bekerja di kondisi low light, hasil potretan tetap jelas. Tetapi yang bikin penasaran adalah, tawaran merekam video dengan fi tur MultiCamera. Du atau lebih Xperia Z3 dengan tripod saling mengarah ke objek yang sama namun dengan angle berbeda Masing-masing merekam dengan dua frame terlihat di layar. Hasilnya video keren. Ini cocok buat pembua fi lm pendek. Tepat di depan Marina Bay Sands, kamera bekerja memotret senja. Termasuk menggunakan setingan Manual ketika melihat image band legendaries, The Rolling Stones yang cukup besar di sebuah butik jam. Sampai ketemu di Indonesia, wahai sang “Miss World”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *