Menembus Batas Ekspektasi

Sebuah undangan media test drive kembali hadir ke meja redaksi untuk merasakan sensasi berkendara sebuah produk terbaru dari Ford. Meski produknya telah resmi dirilis di Indonesia, namun kami mengujinya di benua Australia, yang notabene memiliki spesifikasi mesin dan posisi kemudi serupa. “Untuk spesifikasi mesin, unit tes di sini telah memiliki standar Euro V. Berbeda dengan pasar Eropa yang telah mengadopsi standar Euro VI. Alhasil, kebutuhan bahan bakar pun cukup menggunakan minimum RON92,” papar Mark Rampling, Chief Program Engineer Ford Focus Asia Pasific.

Mark pun menjelaskan bahwa kebutuhan fitur kendaraan di tiap Negara Apa yang Anda harapkan dari sebuah kendaraan dengan harga di bawah Rp 500 juta? Kami menemukan sesuatu yang berbeda di suhu 8°C di Adelaide, Australia Menembus Batas ekspektasi sangat berbeda, seperti pengunaan ban serep full size. Untuk pasar Eropa menggunakan model tire repair kit alias tanpa ban pengganti. Begitu pun dengan beberapa fitur lainnya. Tapi pada dasarnya, Ford Focus hadir untuk memenuhi kebutuhan pengemudi antusias dan awam sekalipun. Artinya, engineer Ford perlu menerjemahkan bahwa Focus terbaru harus tetap fun to drive namun tetap aman dan nyaman saat dikendarai.

Turbo Lag

Salah satu yang membuat Focus terbaru kian fun to drive adalah penerapan teknologi Ecoboost. Dengan mengandalkan kapasitas mesin 1.500 cc 4­silinder yang dipadu dengan turbocharged dan direct injection, tak heran bila Focus Ecoboost mampu menghasilkan tenaga sebesar 180 dk. Satu yang menarik adalah cara engineer Focus meminimalkan gejala turbo lag lantaran turbo yang digunakannya belum mengadopsi variabel geometri turbo alias masih konvensional. Untuk mencapai kecepatan minimal turbin di dalam turbocharged, penerapan integrated exhaust manifold dan transmisi otomatis dengan torque converter menjadi cara Ford di teknologi Ecoboost.

Keuntungan menyatukan exhaust manifold di cylinder head bertujuan untuk memperpendek jarak antara ruang bakar dengan turbo. Alha sil, kecepatan aliran gas buang akan cepat memutar turbin agar turbo mampu memberi tekanan udara di intake manifold. Selain itu, penerapan integrated exhaust manifold juga bertujuan agar mesin cepat mencapai suhu kerja ketika starter di pagi hari. Hal ini jelas memberi efek pada kian minimnya emisi gas buang yang dihasilkan. Pun begitu dengan penerapan transmisi otomatis dengan torque converter.

Mark Rampling pun mengakui bahwa penggunaan transmisi kopling ganda (dual-clutch) memang memberi tingkat efisiensi yang sangat baik terhadap konsumsi BBM, namun jenis ini tidak cocok untuk Ecoboost. Pasalnya, tanpa variable nozzle atau geometric turbo, turbocharged pada Ecoboost tetap memerlukan putaran mesin agak tinggi untuk menghindari lag. Hal ini bisa tercapai dengan penerapan torque converter yang akan memiliki slip saat berakselerasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *